DESMA Center Paparkan Peta Jalan dan Rencana Aksi Pengembangan Industri Event Pariwisata 2025–2029 kepada Menteri Pariwisata

Penulis: Dani Fauzi, Programme Officer

 

Jakarta, 25 Februari 2026 — DESMA Center bersama Asisten Deputi Strategi Event, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan, Kementerian Pariwisata, memaparkan dokumen Peta Jalan Pengembangan Industri Event Pariwisata Indonesia 2025–2029 kepada Menteri Pariwisata, Ibu Widiyanti Putri Wardhana di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Dokumen strategis ini memuat 6 area strategis, 28 rencana aksi, dan 107 indikator kinerja yang dirancang untuk membawa visi Indonesia menjadi destinasi event pariwisata berkelas dunia yang berdaya saing dan berkelanjutan global menuju tahun 2045.

 

DESMA Center menyampaikan peta jalan ini disusun melalui proses konsultasi mendalam bersama 22 pelaku usaha dan asosiasi industri, serta selaras dengan agenda nasional RPJMN 2025–2029 dan visi Indonesia Emas 2045. Empat fase implementasi dirancang secara bertahap, dengan rincian:

1. 2025–2026: Penguatan Regulasi, Tata Kelola, dan Kelembagaan;

2. 2026–2027: Penguatan Kapasitas Industri, Standardisasi, Konektivitas dan Sistem Pendukung Event Pariwisata Nasional;

3. 2027–2028: Implementasi Infrastruktur, Aktivasi Portofolio IP Event Pariwisata dan Event Berkelanjutan; serta

4. 2028–2029: Regulasi Strategis, Akselerasi Investasi, dan Insentif Keberlanjutan.

Setiap tahap dilengkapi Rencana Aksi, Kegiatan Kunci, dan Indikator untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas pelaksanaan.

Kementerian Pariwisata melalui Ibu Menteri Widiyanti Putri Wardhana beserta jajarannya, menyambut baik dokumen ini dan menegaskan komitmen Kementerian Pariwisata untuk mendorong penguatan industri event sebagai penggerak utama devisa pariwisata nasional, dengan target penerimaan devisa pariwisata mencapai USD 32–39,4 miliar pada 2029. 

Kehadiran peta jalan ini diharapkan menjadi landasan kolaborasi bagi 70 pemangku kepentingan yang beririsan dengan industri event pariwisata yakni pemerintah, asosiasi profesional, supplier pendukung/pemasok, pengelola/penyedia media, operator venue, biro konvensi dan pameran, manajemen event dan penyelenggara profesional, pengelola/penyedia platform digital, akademisi, serta pihak pendukung, dalam membangun ekosistem event pariwisata Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.