17 Peluang Investasi Pariwisata sebagai Upaya Diversifikasi Destinasi Nasional

Penulis: Dani Fauzi, Programme Officer
Editor dan Reviewer: Wiwik Mahdayani
Desain Grafis: Ganyos Paryama Sidik, Graphic Designer

 

Ekosistem kepariwisataan Indonesia cukup kompleks, dengan lini bisnis menyentuh lapisan terbawah ekonomi sekaligus menarik perhatian investor dunia. Di tengah lanskap global yang penuh ketidakpastian, sektor ini justru memperlihatkan ketangguhan.  Pertumbuhan realisasi investasi pariwisata pada tiga kuartal pertama 2025 mencapai 52,66% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Angka itu bukan sekadar statistik, namun menjadi sinyal bahwa kepercayaan market sedang terbentuk.

 

Salah satu keunggulan terbesar Indonesia dalam konteks investasi pariwisata adalah distribusi geografis. Tidak seperti negara-negara tujuan wisata yang terpusat pada satu atau dua destinasi ikonik, Indonesia menawarkan keberagaman yang tersebar dari ujung barat hingga timur kepulauan, masing-masing memiliki karakter, budaya, daya tarik, dan potensi pengembangan yang berbeda.

 

Dengan potensi pariwisata yang tersebar luas dan beragam di seluruh nusantara, Indonesia kemudian memfokuskan pengembangannya melalui identifikasi proyek-proyek strategis untuk menarik investasi. Selain peluang investasi pariwisata lainnya, saat ini di Indonesia terdapat 17 proyek investasi unggulan  dengan total nilai investasi Rp 8,81 Triliun (Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, 2026).

 

 

Realisasi investasi pariwisata Q1–Q4 2025 sebesar Rp 73,55 triliun, tumbuh 56,05% dari periode yang sama tahun 2024 (Kemenpar, 2026) mengindikasikan bahwa investor mulai mengonversi minat menjadi komitmen nyata. Hasil ini sekaligus menandakan perbaikan fundamental sektor, didorong oleh peningkatan demand, kepastian regulasi, serta ekspektasi return yang semakin kompetitif.

 

Potensi Besar, Tantangan Nyata

Optimisme harus selalu diimbangi dengan analisis. Investasi pariwisata Indonesia memang menjanjikan, namun investor yang cermat dapat memahami beberapa tantangan yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

 

Kepastian regulasi menjadi fokus awal yang menentukan apakah minat investor akan berujung pada keputusan berinvestasi. Di sektor pariwisata, kejelasan perizinan, konsistensi kebijakan tata ruang, dan perlindungan hak investasi dari perubahan kebijakan yang tidak terduga perlu menjadi perhatian khusus. Investor asing maupun domestik membutuhkan kejelasan aturan yang konsisten dan jangka panjang, terutama untuk proyek-proyek berskala besar yang memiliki rentang waktu investasi 10–20 tahun

 

Kesiapan SDM lokal juga masih menjadi bottleneck di banyak destinasi baru. Membangun resort mewah di Pulau Rhun (Breda Pala Resort) atau mengembangkan kawasan marina di Minahasa Utara membutuhkan tenaga kerja kompeten pada level  perencanaan hingga operasional. Di banyak wilayah timur Indonesia, pasokan SDM tersebut masih perlu ditingkatkan. Ini bukan hambatan, tapi merupakan biaya tersembunyi yang perlu diperhitungkan dalam model bisnis.

 

Keberlanjutan lingkungan juga menjadi pertaruhan reputasi jangka panjang. Beberapa destinasi ikonik seperti Bali, Lombok, hingga Taman Nasional Komodo (Pulau Padar) telah menghadapi tekanan kapasitas. Investasi yang tidak mempertimbangkan daya dukung ekologi tidak hanya berisiko bagi lingkungan, tetapi juga bagi nilai aset investasi itu sendiri. Wisatawan yang menjadi target utama investasi high-end justru sangat sensitif terhadap kualitas lingkungan.

 

Investor dapat didorong untuk memahami bahwa potensi pariwisata berkualitas di Indonesia dibangun atas landasan berkelanjutan, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai lokal melalui kesiapan ekosistem yang mengkonversi daya tarik menjadi nilai ekonomi yang terukur dan bertanggungjawab. Oleh karena itu, diversifikasi investasi pariwisata perlu diarahkan tidak hanya pada perluasan jenis usaha dan destinasi, tetapi juga pada penguatan ekosistem yang mampu menciptakan nilai tambah, memperluas manfaat bagi masyarakat, menjaga kualitas lingkungan dan budaya, serta meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia secara berkelanjutan.

 

DESMA Center Menjembatani Minat dan Realisasi Investasi Pariwisata

Potensi dan sumber daya eksisting selalu berjalan beriringan dengan tantangan, gap antara minat investor dan realisasi aktual masih menjadi pekerjaan rumah. DESMA Center berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata untuk menyusun Panduan Tools Monitoring dan Evaluasi Promosi Investasi Pariwisata, sebuah instrumen yang dirancang untuk menjembatani gap tersebut dengan pendekatan berbasis data dan berorientasi hasil.

 

Dengan tiga instrumen utama (Checklist Pra-Kegiatan Promosi Investasi, Survei Minat Investasi, dan Form Template Monitoring dan Evaluasi Per-Kegiatan) yang terintegrasi langsung dengan sistem Kementerian Pariwisata menjadi inisiatif yang bukan sekadar alat administratif, melainkan alat analisis yang memungkinkan pemerintah merumuskan strategi promosi yang lebih tajam, terukur, dan pada akhirnya mampu mengonversi lebih banyak minat investor menjadi komitmen nyata di destinasi-destinasi pariwisata Indonesia.

 

Sebelumnya, DESMA Center juga telah:

  1. Menyusun dokumen IPRO (Investment Project Ready to Offer) 5 Destinasi Pariwisata Prioritas; serta menyusun dokumen Strategi Investasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata;
  2. Melakukan penyusunan seri panduan dan implementasi peningkatan kapasitas untuk Improving Tourism Competitiveness through Strengthened Investment Promotion in the Indonesian Tourism Sector yang menjadi bagian dari Indonesia Tourism Development Project (ITDP), project dari the World Bank Group; serta
  3. Melakukan penyusunan dokumen Identifikasi Peluang Investasi Sektor Pariwisata di Labuan Bajo bekerja sama dengan BPKM.

 

Referensi:

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. (2026). Peta Peluang Investasi (Pariwisata) - Potensi Investasi Regional. Retrieved from: https://regionalinvestment.bkpm.go.id/peluang_investasi

Kementerian Pariwisata. (February 4, 2026). Siaran Pers: Di Hadapan DPR, Menpar Sampaikan Kinerja Pariwisata 2025 Tumbuh Positif dan Lampaui Target. Retrieved from Kemenpar: https://kemenpar.go.id/berita/siaran-pers-di-hadapan-dpr-menpar-sampaikan-kinerja-pariwisata-2025-tumbuh-positif-dan-lampaui-target