Peningkatan Kapasitas Ekowisata berbasis Masyarakat dan Pariwisata Berkelanjutan – Lanskap Ekologi Pakpak

Lansekap Ekologi Pakpak adalah salah satu lansekap hutan hujan dengan luas lebih dari 150.000 hektar. Secara administratif sebagian besar berada di Kabupaten Pakpak Bharat, Dairi, dan Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara. Sebagian kecil terletak di Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam, Provinsi Aceh. 

Lansekap ini memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan merupakan kawasan Key Biodiversity Area, menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna dilindungi seperti Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), kambing hutan (Capricornis sumatraensis), Siamang (Symphalangus syndactylus), Beruang madu (Helarctos malayanus), Damar (Agathis spp.) dan Kemenyan (Styrax sp.).

Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa, didukung pendanaan oleh Sumatran Orangutan Society, mengimplementasi program untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian ekosistem berbasis pengelolaan bentang alam, konservasi keanekaragaman hayati, dan penguatan mata pencaharian berkelanjutan; salah satu dari beberapa lokus yaitu pendampingan Desa Sibagindar dalam upaya konektivitas blok-blok habitat Orangutan sebagai satwa yang dilindungi.

 

 

Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa bekerja sama dengan DESMA Center melaksanakan pengembangan ekowisata berbasis masyarakat dan pariwisata berkelanjutan di Lansekap Ekologi Pakpak, Sumatera Utara. Dalam konteks implementasi program, seri peningkatan kapasitas dilakukan sebagai tindak lanjut pendampingan melalui FGD (Focus Group Discussion) untuk para pemangku kepentingan yang telah dilaksanakan pada semester pertama tahun 2023. Peningkatan kapasitas ini ditujukan untuk Bumdes (Badan Usaha Milik Desa), Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), Kelompok Tani Hutan, Karang Taruna, Kelompok PKK serta Perangkat Desa Sibagindar, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.      

Seri peningkatan kapasitas dilaksanakan pada 18-22 Desember 2023 di Desa Sibagindar, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.   

Rangkaian pertemuan ini dilakukan sebagai tahap lanjutan identifikasi dan penilaian untuk memetakan lebih lanjut kebutuhan para pihak sekaligus mengetahui potensi dan sumber daya eksisting yang dapat dimanfaatkan untuk akselerasi keunggulan Desa Sibagindar dalam upaya pengembangan ekowisata dan pariwisata berkelanjutan. 

Sesuai dengan tujuan pembangunan desa yaitu peningkatan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungandiharapkan pengembangan sektor pariwisata yang lebih berkelanjutan dapat menjadi pendorong kesejahteraan masyarakat dengan memastikan perlindungan hutan dan eksosistem sekitar.

 

 

DESMA Center memberikan pendampingan untuk melakukan identifikasi dan penyusunan prioritas pengembangan ekowisata yang berkelanjutan di Desa Sibagindar. Melalui rangkaian peningkatan kapasitas ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Sibagindar untuk mengelola dan mengmbangkan pariwisata dan ekowisata yang sesuai dengan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Selama 5 hari pelatihan, seri pelatihan yang diberikan dilakukan secara partisipatif dengan memberikan ruang kepada peserta untuk melakukan banyak identifikasi sumber daya eksisting dan potensial, bertanya jawab, berdiskusi dan kerja kelompok.