Digitalisasi Ekowisata dan Penguatan Kapasitas Pelaku Ekowisata di Taman Nasional Gunung Leuser Kabupaten Langkat, Sumatera Utara

Proyek pembangunan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, bekerja sama dengan ASEAN Centre for Biodiversity (ACB), dibiayai bersama oleh Republik Federal Jerman melalui KfW. Proyek ini juga bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melalui Politeknik Pariwisata Medan, Generasi Pesona Indonesia serta anggota ASITA Sumatera Utara. 

 

Pariwisata adalah salah satu sektor yang menerima dampak Covid-19 paling signifikan. Hal ini menjadi tantangan bagi para pelaku industri pariwisata untuk kembali bangkit serta mempromosikan pariwisata pasca pandemi yang mengarah kepada keberlanjutan, berbasis alam, berbasis masyarakat serta mengedepankan isu kesehatan dan higienitas. Digitalisasi adalah alat yang efektif bagi destinasi pariwisata untuk mendorong kunjungan pariwisata yang lebih berkelanjutan, memperkuat pengembangan destinasi dan memperkuat kualitas produk pariwisata serta menciptakan perubahan signifikan untuk mempersempit ketimpangan antar pelaku usaha wisata dalam meraih kesempatan ekonomi.

 

Program Digitalisasi Ekowisata dan Penguatan Kapasitas Pelaku Ekowisata ini ditujukan untuk memberikan solusi atas tantangan akses pasar, menghubungkan daya tarik dan meningkatkan produk wisata yang berkualitas di kawasan TNGL wilayah III. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah yang termuat dalam Rencana Jangka Menengah Nasional tahun 2020 – 2024, Rencana Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 – 2024 dan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional 2010 – 2025.