Focus Group Discussion Pilot Project: Penguatan Tata Kelola Risiko melalui Pengembangan Ekosistem Asuransi Pariwisata untuk Membangun Pariwisata Berkualitas di Labuan Bajo
Oleh: Communication Unit
DESMA Center, tergabung dalam team technical assistance Asian Development Bank (ADB) untuk mendukung Kemenko Perekonomian dalam mendorong peningkatan kualitas destinasi pariwisata melalui pemenuhan standar keselamatan dan keamanan pariwisata. Hal ini dilakukan melalui penyusunan dokumen rancangan kerangka ekosistem asuransi pariwisata yang diharapkan dapat diberlakukan secara nasional.
Untuk mendukung pelaksanaan technical assistance tersebut, Kemenko Perekonomian bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) menginisiasi pelaksanaan Focus Group Discussion Pilot Project: “Penguatan Tata Kelola Risiko melalui Pengembangan Ekosistem Asuransi Pariwisata untuk Membangun Pariwisata Berkualitas di Labuan Bajo”.

Salah satu instrumen pengelolaan risiko adalah implementasi asuransi pariwisata. Selain dapat memberikan perlindungan wisatawan dan sarana transfer risiko, penerapan asuransi pariwisata diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas destinasi pariwisata melalui pemenuhan standar keselamatan dan keamanan pariwisata. Hal ini juga dapat meningkatkan akses pembiayaan dan investasi di destinasi pariwisata. Integrasi asuransi pariwisata dalam ekosistem pariwisata Labuan Bajo merupakan salah satu langkah strategis untuk mewujudkan destinasi pariwisata prioritas yang berkualitas dan berkelanjutan.
FGD tersebut dilaksanakan di Golo Mori, Labuan Bajo, 20 April 2026 yang dihadiri oleh 75 peserta. Acara diisi dengan sambutan pembuka oleh Bupati Kabupaten Manggarai Barat, yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat; Fransiskus S. Sodo serta sambutan kunci oleh Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera.
Acara dilanjutkan diskusi panel dengan moderator Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata, Fadjar Hutomo. Panelis terdiri dari Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris; Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) Kementerian Keuangan, yang diwakili oleh Ami Muslich, Analis Kebijakan Madya pada Direktorat Pengembangan Dana Pensiun, Asuransi, dan Aktuaria; Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Andhy MT Marpaung.

Sesi diskusi kelompok terpumpun selanjutnya diberi pengantar oleh Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Herfan Brilianto Mursabdo. Dilanjutkan dengan pemaparan Team technical assistance Asian Development Bank (ADB) yang dilakukan oleh Clement Sebban, Wiwik Mahdayani, dan Nanda Wijayanti; dengan team leader dan supervisi ADB, Nicolas Pitet.
Diskusi selanjutnya difasilitasi oleh Wiwik Mahdayani dari DESMA Center, guna menghimpun dari peserta, berupa rekomendasi strategi penguatan tata kelola risiko melalui pengembangan ekosistem asuransi pariwisata dalam pengembangan pariwisata di Labuan Bajo. Team technical assistance ADB akan melakukan elaborasi penyusunan dokumen pendukung kebijakan sebagai tindak lanjut dari FGD tersebut.
