Kementerian Pariwisata dan DESMA Center Melaksanakan Diskusi Kelompok Terpumpun Peta Jalan Pengembangan Industri Event Pariwisata di Indonesia
Penulis: Communication Unit
Sebagai respons visi pembangunan jangka panjang Indonesia Emas 2045 dan arahan RPJMN 2025–2029, Kementerian Pariwisata melalui Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events), Asisten Deputi Strategi Event, menyusun Peta Jalan Pengembangan Industri Event Pariwisata Indonesia Bersama DESMA Center sebagai mitra penyusun dokumen.
Untuk memastikan pendekatan yang partisipatif, inklusif, relevan, dan berbasis bukti, pelaksanaan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dengan para pemangku kepentingan, baik dari pemerintah, industri, dan asosiasi dilaksanakan di Jakarta, pada 3 September 2025 oleh Kementerian Pariwisata dan DESMA Center.
Kegiatan ini diadakan dengan tujuan melakukan identifikasi, pemetaan lebih lanjut isu-isu strategis, tantangan dan peluang yang telah diidentifikasi pada desk study dan seri konsultasi terbatas terhadap 22 asosiasi pelaku usaha event pariwisata di Indonesia; serta menggali rekomendasi kebijakan dan membangun kesamaan persepsi antar pelaku pemerintah, industri, dan sektor terkait untuk mendukung penyusunan peta jalan industri event pariwisata yang lebih terarah.
Kegiatan dihadiri oleh 70 peserta dari Kementerian/Lembaga terkait, perwakilan pelaku usaha event pariwisata serta kedeputian terkait di lingkungan internal Kementerian Pariwisata.
DKT dibuka dengan laporan kegiatan yang dipaparkan oleh Ibu Betsy Dian Astri, SS, Kepala Bidang Pengembangan Strategi Event. Bapak Fransiskus Handoko, SST.Par., M.Sc Asdep Strategi Event, menyampaikan pandangan sekaligus membuka DKT mewakili Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events), Kementerian Pariwisata.

Kemudian DESMA Center menyampaikan paparan pemantik Peta Jalan Pengembangan Industri Event Pariwisata Indonesia yang telah disusun. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan sesi breaking group, di mana peserta dibagi ke dalam kelompok yang terdiri dari perwakilan Kementerian/Lembaga, asosiasi pelaku usaha event pariwisata, serta berbagai kedeputian internal Kementerian Pariwisata. Melalui format ini, masing-masing kelompok secara spesifik membahas isu-isu strategis event pariwisata nasional, antara lain Kebijakan dan regulasi sebagai payung hukum pengembangan event, Daya saing dan kualitas penyelenggaraan event agar mampu bersaing di tingkat regional dan global, serta Peluang kolaborasi antar sektor untuk memperkuat rantai nilai pariwisata.
Hasil diskusi kelompok ini akan menjadi masukan substansial dalam penyempurnaan dokumen Roadmap Pengembangan Industri Event Pariwisata Indonesia, yang diharapkan dapat memberikan arah kebijakan dan strategi implementasi berbasis bukti (evidence-based) sekaligus responsif terhadap dinamika industry event pariwisata.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan dokumen peta jalan pengembangan industri event pariwisata nasional yang tidak hanya menjadi panduan kebijakan pemerintah, tetapi juga rujukan praktis bagi pelaku usaha, asosiasi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dengan adanya roadmap ini, industri event pariwisata Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan event pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
