DESMA Center dan GIZ AMUSE Menyusun Dokumen Seri Panduan Pengelolaan Sampah dan Pariwisata Berkelanjutan di ASEAN
Penulis: Communication Unit
Proyek ASEAN-Jerman “ASEAN Municipal Solid Waste Management Enhancement (AMUSE)” dilaksanakan oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH atas nama Kementerian Federal Jerman untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) bekerja sama dengan ASEAN Secretariat mendukung Negara Anggota ASEAN (ASEAN Member States/AMS) untuk peningkatan kualitas lingkungan hidup pada kota-kota yang menjadi destinasi pariwisata di kawasan ASEAN.
Hal ini dilakukan melalui penguatan kompetensi dan optimalisasi pengelolaan limbah, daur ulang sampah dalam konteks pariwisata berkelanjutan. Proyek berdurasi tiga tahun (2022-2025) ini secara khusus menangani empat negara fokus yang menjadi penerima manfaat (beneficiaries) untuk implementasi percontohan, yaitu: Kamboja (Siem Reap), Laos (Vang Vieng), Thailand dan Vietnam (Da Lat).
Proyek GIZ AMUSE mengembangkan platform digital regional yang mengumpulkan dan menampilkan data, publikasi, dan contoh praktik-praktik baik dalam pengelolaan sampah pada destinasi pariwisata dan pariwisata berkelanjutan yang bermanfaat, dapat digunakan secara efisien dan efektif oleh para stakeholder terkait di seluruh ASEAN. Selain itu, proyek ini juga melakukan capacity building dan penyusunan seri dokumen panduan untuk para pihak terkait pengelolaan limbah dan pariwisata berkelanjutan di ASEAN.
DESMA Center sebagai salah satu mitra pelaksana (implementing partner) proyek GIZ AMUSE, berperan penting dalam memperkuat aspek knowledge management. Melalui penyusunan dokumen Knowledge Management Strategy, DESMA Center memastikan bahwa data, praktik baik, dan pembelajaran dari berbagai negara dapat terdokumentasi dengan baik dan mudah diakses melalui platform digital regional. Selain itu, DESMA Center juga menyusun dokumen Seri Panduan Pengelolaan Sampah dan Pariwisata Berkelanjutan di ASEAN yang berfungsi sebagai rujukan praktis bagi berbagai pihak—pemerintah, sektor swasta, akademisi, maupun organisasi masyarakat sipil—untuk mengembangkan kebijakan dan praktik pengelolaan sampah yang efektif di sektor pariwisat berkelanjutan di negara-negara ASEAN.
Proyek GIZ AMUSE tidak hanya berfokus pada pencapaian jangka pendek, namun juga pada keberlanjutan dampak setelah periode implementasi berakhir pada 2025. Platform digital, dokumen panduan, serta kegiatan capacity building yang dilaksanakan akan menjadi pengetahuan yang dapat terus dimanfaatkan oleh negara-negara ASEAN. Ke depan, hasil dari proyek ini diharapkan dapat direplikasi di lebih banyak destinasi wisata di kawasan ASEAN, sehingga mendukung visi ASEAN menuju pariwisata hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
Untuk mengetahui lebih lanjut, pantau terus media komunikasi DESMA Center atau hubungi DESMA Center melalui kanal komunikasi resmi kami.
