Sumba Ecobiz Challenge 2025: Ide Kreatif Wirausaha Pariwisata Anak Muda

Penulis: Agustina Purnami Setiawi, Programme Officer Field Office Sumba 

Editor: Siti Nur Hasbiyana, Program Associate and Outreach

Sumba Ecobiz Challenge 2025 adalah ajang  pelatihan wirausaha  dan kompetisi untuk anak-anak muda Sumba. Kegiatan presentasi final Sumba Ecobiz Challenge 2025 dilaksanakan di Pasola Hall, Hotel Sinar Tambolaka pada 8-9 Juni 2025. Acara yang digelar DESMA Center ini sukses mempertemukan 10 tim finalis dari berbagai sekolah di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya untuk menampilkan ide bisnis kreatif berbasis pariwisata berkelanjutan. "Kompetisi ini adalah bukti bahwa generasi muda Sumba penuh dengan ide-ide brilian yang mengangkat kearifan lokal," ungkap Boyke Hutapea, Program Manager DESMA Center, dalam pembukaan acara.

 

"Kami sangat antusias mendukung acara ini karena sejalan dengan komitmen kami untuk pengembangan UMKM muda," kata perwakilan Bank NTT. Kegiatan hari pertama diisi dengan technical meeting, pengumpulan bahan presentasi, dan makan malam bersama yang menjadi ajang berjejaring antar peserta, guru pendamping, dan para mentor.


Puncak acara hari kedua menghadirkan presentasi 10 tim finalis dengan dewan juri yang terdiri dari praktisi bisnis dan pariwisata. Dewan juri Sumba Ecobiz Challenge adalah Ayu Munandar Alam, Putri Pariwisata Sumba 2021; Roy Risaldy Ely, Ketua HIPMI BPC Sumba 2025-2028; Carla R.G Peku, Analis Mikro Bank NTT; dan Boyke Hutapea, selaku Program Manager DESMA Center. "Saya terkesan dengan pendekatan inovatif yang ditawarkan peserta, terutama dalam memadukan konsep bisnis modern dengan nilai-nilai budaya Sumba," ujar Ayu Munandar Alam. Roy Risaldy Ely menambahkan, "Mereka tidak hanya berpikir tentang profit, tapi juga dampak sosial dan lingkungan."


Setelah melalui proses penjurian yang ketat, enam tim terbaik berhasil meraih penghargaan. Eco Art Print dari SMKN 1 Waikabubak dinobatkan sebagai Juara 1 dengan konsep seni cetak ramah lingkungan berbasis motif tradisional Sumba. "Kami ingin melestarikan budaya melalui produk yang memiliki nilai ekonomi," jelas perwakilan tim dengan bangga. Posisi kedua diraih oleh Sumba Nomadic Campervan dari SMA Katolik Sint John yang menawarkan konsep wisata petualangan berkelanjutan, sementara Gelang Gading dari Kayu dari SMA Karanu Waikabubak meraih Juara 3 dengan produk aksesoris berbahan kayu khas Sumba.

 

Tidak kalah menarik, tiga tim lainnya berhasil meraih juara harapan. Cosmic Dream dari SMKN 2 Loli meraih Juara Harapan 1 dengan konsep wisata astronomi, sementara Moringa Delight dari SMK Bakti Luhur Tambolaka menawarkan produk olahan kelor sebagai Juara Harapan 2. "Kami memanfaatkan tanaman lokal yang memiliki nilai gizi tinggi," ujar perwakilan tim. Juara Harapan 3 diraih oleh Kabocha Crunch dari SMK Bakti Luhur Tambolaka dengan inovasi camilan berbahan labu Sumba.

 

Para pemenang tidak hanya membawa piala dan sertifikat, tetapi juga dukungan pengembangan bisnis dari para mitra. "Hadiah uang tunai ini akan kami gunakan untuk memulai produksi secara lebih serius," ujar salah satu pemenang. Bank NTT melalui Carla R.G Peku Jawang menyatakan komitmennya: "Kami siap memberikan pendampingan keuangan dan akses permodalan untuk mengembangkan bisnis mereka."

 

Acara ditutup dengan komitmen kuat untuk melanjutkan pendampingan. "Ini baru awal. Kami akan bekerja sama dengan sekolah dan mitra industri untuk mewujudkan ide-ide ini," tegas Boyke Hutapea. DESMA Center akan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk HIPMI dan KADIN Sumba Barat Daya, untuk memastikan keberlanjutan proyek-proyek ini.

 

Sumba Ecobiz Challenge 2025 telah membuktikan bahwa Sumba tidak hanya kaya akan budaya, tetapi juga sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif. "Kami bangga menjadi bagian dari acara ini dan berharap bisa kembali tahun depan dengan lebih banyak peserta," tutup Boyke Hutapea. Melalui kolaborasi antara pelajar, sekolah, dunia usaha, dan lembaga keuangan, Sumba sedang menuju masa depan yang lebih cerah dengan wirausaha muda yang berdaya saing dan berkelanjutan.