Workshop III Sekolah Ramah Remaja untuk Mewujudkan SDM Pariwisata yang Lebih Baik

Penulis: Agustina Purnami Setiawi, Programme Officer Field Office Sumba
Editor: Firra Kholisha Mustika, Senior Communication

DESMA Center menyelenggarakan workshop sekolah ramah remaja dari perundungan, kekerasan dan pelecehan pada 07 Februari 2025 di SMKN 2 Kota Tambolaka, Sumba, Nusa Tenggara Timur. Workshop ini dihadiri sebanyak 19 orang peserta yang merupakan Korwas SMA/SMK/SLB Kabupaten Sumba Barat Daya, Kepala SMKN 2 Kota Tambolaka, para guru, Komite Sekolah, serta perwakilan orang tua siswa.

 

"Program ini adalah langkah awal menuju perubahan positif. Kita ingin menjadikan sekolah ini sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa," ujar ibu Kathrina Darra Manulangga, S.Pd., Kepala Sekolah SMKN 2 Kota Tambolaka.

 

 

Bapak Ibrahim Boimau, S.Pd., M.Pd., Korwas SMA/SMK/SLB Kabupaten Sumba Barat Daya dalam sambutannya menekankan urgensi menciptakan sekolah ramah remaja sebagai upaya melindungi siswa dari segala bentuk kekerasan. Ia memaparkan berbagai kasus nyata yang pernah terjadi di sekolah serta dampaknya terhadap siswa.

 

Sesi pertama dipandu oleh Bapak Adrianus Ubas, Programme Officer Field Office Sumba DESMA Center dengan diskusi kasus kekerasan yang pernah mereka temui serta solusi yang dapat dilakukan. Sesi kedua dipandu oleh Ibu Agustina Purnami Setiawi, Programme Officer Field Office Sumba DESMA Center yang membahas jenis-jenis perundungan seperti kekerasan verbal, fisik, psikologis,perundungan dunia maya (cyberbullying), serta dampaknya terhadap siswa.

 

 

Setelah pemaparan materi, peserta melakukan simulasi bermain peran dan mengidentifikasi landasan hukum yang mendukung pencegahan kekerasan di sekolah. Bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang peran masing-masing pihak dalam mencegah dan menangani kasus perundungan.

 

Kegiatan ini merupakan komitmen DESMA Center untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang memiliki toleransi antar sesama, unggul dan berdaya saing untuk mewujudkan pariwisata yang lebih baik.

 

_______

Program Safe Leaning merupakan bagian dari Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba didukung oleh MISEREOR/KZE dan Kindermissionswerk (KMW); diimplementasi oleh DESMA Center. Program sekolah ramah anak remaja bertujuan untuk mencegah perundungan, kekerasan dan pelecehan di lingkungan sekolah; sehingga kaum muda dapat menghargai perbedaan antar sesama dan mewujudkan pariwisata yang lebih baik.

 

Program ini meliputi penguatan (1) kapasitas manajemen sekolah terkait pentingnya perlindungan anak remaja di sekolah yang sejalan dengan Permendikburistek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP); (2) Kapasitas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah berjalan secara aktif dan (3) kemitraan SMK Pariwisata, pemerintah, lembaga nirlaba, komunitas, dan pemangku kepentingan.

 

Penerima manfaat langsung program ini adalah (1) SMK Pancasila – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (2) SMK Negeri 2 Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya; (3) SMK Bakti Luhur – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (4) SMK Efata - Omba Rade, Sumba Barat Daya; dan (5) SMK Negeri 1 Waikabubak, Sumba Barat. Mitra langsung program ini adalah (1) Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur; (2) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya; (3) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat; (4) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya; dan (5) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat.