Workshop II Sekolah Ramah Remaja untuk Mewujudkan SDM Pariwisata yang Lebih Baik
Penulis: Agustina Purnami Setiawi, Programme Officer Field Office Sumba
Editor: Firra Kholisa Mustika, Senior Communication
DESMA Center menyelenggarakan workshop sekolah ramah remaja dari perundungan, kekerasan dan pelecehan pada 24 Januari 2025 di SMKS Efata Omba Rade, Sumba, Nusa Tenggara Timur. Workshop ini dihadiri sebanyak 22 peserta yang merupakan guru, kepala sekolah, ketua komite, dan orang tua siswa.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, pengetahuan yang diperoleh dapat kami bagikan dan terapkan di lingkungan sekolah maupun di rumah,” ujar Ibu Kristina, orang tua siswa.
.jpg)
Ibu Agustina Purnami Setiawi, Programme Officer Field Office Sumba DESMA Center memberikan pemahaman terkait urgensi perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan.
Bapak Andrianus Aminsinggih Maure, S.S., M.Sc., Pendiri dan Direktur Sumba Cendekia Bestari mengisi sesi diskusi interaktif dan mengenalkan project-based learning serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan partisipasi siswa. Topik yang diangkat pada diskusi yaitu identifikasi bentuk kekerasan di sekolah serta merumuskan strategi perlindungan siswa.
Melalui workshop ini diharapkan SMKS Efata Omba Rade dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam menerapkan kebijakan perlindungan siswa dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, serta mendukung perkembangan peserta didik.
Kegiatan ini merupakan komitmen DESMA Center untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang memiliki toleransi antar sesama, unggul dan berdaya saing untuk mewujudkan pariwisata yang lebih baik.
.jpg)
_______
Program Safe Leaning merupakan bagian dari Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba didukung oleh MISEREOR/KZE dan Kindermissionswerk (KMW); diimplementasi oleh DESMA Center. Program sekolah ramah anak remaja bertujuan untuk mencegah perundungan, kekerasan dan pelecehan di lingkungan sekolah; sehingga kaum muda dapat menghargai perbedaan antar sesama dan mewujudkan pariwisata yang lebih baik.
Program ini meliputi penguatan (1) kapasitas manajemen sekolah terkait pentingnya perlindungan anak remaja di sekolah yang sejalan dengan Permendikburistek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP); (2) Kapasitas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah berjalan secara aktif dan (3) kemitraan SMK Pariwisata, pemerintah, lembaga nirlaba, komunitas, dan pemangku kepentingan.
Penerima manfaat langsung program ini adalah (1) SMK Pancasila – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (2) SMK Negeri 2 Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya; (3) SMK Bakti Luhur – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (4) SMK Efata - Omba Rade, Sumba Barat Daya; dan (5) SMK Negeri 1 Waikabubak, Sumba Barat. Mitra langsung program ini adalah (1) Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur; (2) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya; (3) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat; (4) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya; dan (5) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat.
