Workshop Digitalisasi Alumni Tracer dan Teaching Factory

Program digitalisasi bertujuan mempermudah proses belajar mengajar dan mengarah pada proses pemakaian sistem digital untuk layanan pendidikan maupun pendataan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak hanya fokus pada pembelajaran teori tetapi juga praktik. Dalam kegiatan praktik ini memerlukan sinergitas antara pihak SMK dengan pihak industri. Model pembelajaran berbasis produk (barang/jasa) melalui sinergi sekolah dengan industri untuk menghasilkan lulusan berkualitas sesuai kebutuhan industri disebut dengan istilah Teaching Factory.

 

DESMA Center melaksanakan kegiatan Diskusi Digitalisasi Alumni Tracer dan Teaching Factory pada Selasa, 28 Februari 2023 di Kantor DESMA Center Sumba. Dihadiri oleh Kepala Sekolah dari 5 (lima) SMK dampingan serta 4 (empat) Wakil Kepala (Waka) bidang Kurikulum (SMKS Pancasila Tambolaka, SMKS Bakti Luhur, SMKN 2 Kota Tambolaka dan SMKN 1 Waikabubak).

 

 

Sesi pertama membahas digitalisasi Alumni Tracer. Digitalisasi alumni tracer diharapkan dapat mencapai target yaitu seluruh sekolah dampingan sudah melaksanakan tracer study selama 3 (tiga) tahun program berjalan. Semua sekolah berkomitmen untuk melakukan yang terbaik demi mencapai tujuan tersebut. Kelima sekolah dampingan sudah memiliki website sekolah. Terdapat 2 (dua) sekolah dampingan yang belum memiliki fitur “Alumni” di dalam website sekolah. 

 

Sesi kedua membahas digitalisasi Teaching Factory (TeFa). Tujuan Teaching Factory yaitu mengembangkan karakter dan etos kerja serta memproduksi produk barang dan/atau jasa.

 

 

 

Terkait digitalisasi TeFa, pihak sekolah sepakat mengembangkan platform digital dengan tujuan; (1) penjualan paket tur dan jasa event organizer (EO) untuk jurusan Usaha Perjalanan Wisata; (2) pemesanan jasa cleaning service, laundry untuk jurusan Akomodasi Perhotelan; (3) pelayan makanan untuk acara dan produk makanan untuk jurusan Tata Boga.

 

DESMA Center akan memfasilitasi Pengembangan platform aplikasi digital untuk memenuhi kebutuhan 5 (lima) sekolah dampingan sebagai sarana pembelajaran dan pemasaran yang targetnya digunakan oleh guru, siswa bahkan industri yang menjadi mitra sekolah.

 

Kegiatan ini bertujuan untuk memahami kebutuhan sekolah dampingan, memfasilitasi pembuatan dan pengembangan platform digital Alumni Tracer dan Teaching Factory secara kontekstual dan bermanfaat bagi sekolah. Diskusi Digitalisasi Alumni Tracer dan Teaching Factory menjadi bagian dari Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba yang diimplementasi oleh DESMA Center.

____________

Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba didukung oleh MISEREOR/KZE; diimplementasi oleh DESMA Center. Penguatan Kapasitas SDM Pariwisata ini bertujuan mewujudkan “Program pendidikan sekolah kejuruan pariwisata di Sumba agar memenuhi kebutuhan dan persyaratan industri pariwisata, sehingga menawarkan kesempatan kerja yang lebih baik bagi kaum muda serta mendukung pariwisata berkelanjutan di Sumba.”

 

Program ini meliputi penguatan (1) Kapasitas manajemen sekolah kejuruan pariwisata yang sejalan dengan kurikulum merdeka serta konsep pariwisata berkelanjutan; (2) Kapasitas guru dalam pengetahuan pedagogi, tentang pengajaran dan pariwisata berkelanjutan (3) Kemitraan SMK Pariwisata-Industri Pariwisata; dan (4) Kapasitas kewirausahaan siswa dalam penciptaan bisnis pariwisata berkelanjutan.

 

Penerima manfaat langsung program ini adalah (1) SMK Pancasila – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (2) SMK Negeri 2 Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya; (3) SMK Bakti Luhur – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (4) SMK Efata - Omba Rade, Sumba Barat Daya; dan (5) SMK Negeri 1 Waikabubak, Sumba Barat. Mitra langsung program ini adalah (1) Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur; (2) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya; (3) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat; (4) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya; dan (5) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat.