MONEV TVET for Sustainable Tourism Development 2025: Langkah Aktif Menjaga Kualitas Program

Penulis: Dani Fauzi

DESMA Center mengadakan kegiatan monitoring dan evaluasi (MonEv) intensif pada tahun ketiga pelaksanaan Program TVET for Sustainable Tourism, yang berlangsung pada 13–17 Juli 2025 di Sumba. Kegiatan ini bertujuan menilai efektivitas program, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, serta menyusun rekomendasi strategis guna mendukung keberlanjutan inisiatif yang telah dilaksanakan.

Tim MonEv yang terdiri dari Aqil Wilda Arief dan Dani Fauzi dari DESMA Center Jakarta melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses monitoring dan evaluasi (MonEv) yang terstruktur dan komprehensif, termasuk kepada kepala sekolah, guru, siswa dari SMK Pariwisata dampingan serta mitra dari sektor industri pariwisata terkait.

Pada tahun ketiga pelaksanaan program, hasil MonEv menunjukkan bahwa program sangat relevan dengan kebutuhan SMK Pariwisata penerima manfaat. Pendekatan yang personal, kontekstual, serta inklusif  dilakukan agar program mampu menjawab tantangan lokal, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga kebutuhan penguatan kapasitas guru dan siswa. Program ini juga berhasil menjembatani kesenjangan antara pendidikan kejuruan dan dunia industri, sekaligus memperkuat budaya positif di lingkungan pendidikan pariwisata.

Dari sisi efektivitas, berbagai kegiatan seperti pelatihan akreditasi, project based learning, kampanye anti-perundungan, program magang guru di Bali, studi banding dan shared learning dengan Politeknik Pariwisata NHI Bandung, master class dan guru tamu, pelatihan soft skill, dan job fair berjalan secara menyeluruh dan terintegrasi. Para guru memperoleh keterampilan baru yang langsung diterapkan dalam proses pembelajaran; sementara para siswa menunjukkan peningkatan motivasi, kepercayaan diri, dan kesiapan memasuki dunia kerja. Pendekatan partisipatif dari tim DESMA Center mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen sekolah SMK Pariwisata dampingan dan SMK Pariwisata yang terdampak program, termasuk para kepala sekolah, guru, dan siswa.

Program ini juga menunjukkan dampak yang berkelanjutan. Sekolah-sekolah mulai melanjutkan berbagai inisiatif secara mandiri, seperti pelatihan soft skill, kampanye dan aksi pelestarian lingkungan dan pengurangan sampah,  serta integrasi nilai-nilai positif dalam tata kelola sekolah. Budaya kolaborasi dengan industri pariwisata terus diperkuat, dan berbagai inovasi lokal seperti pemanfaatan mini hotel, laundry, hingga penggunaan software untuk pembelajaran sekaligus praktik langsung oleh siswa menjadi langkah nyata menuju keberlanjutan program.

Selain kepada lima SMK Pariwisata dampingan, kegiatan MonEv juga menyasar mitra industri, yaitu SIMA Hotel dan Sinar Tambolaka Hotel. Keterlibatan langsung dengan pihak industri ini bertujuan untuk menilai sejauh mana kolaborasi antara sekolah dan dunia kerja telah terjalin, serta untuk menggali masukan terkait kesiapan dan kompetensi siswa dalam menghadapi tuntutan industri pariwisata berkelanjutan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kedua hotel memberikan apresiasi positif terhadap peningkatan kualitas siswa magang, baik dari segi etos kerja, kemampuan komunikasi, hingga penguasaan keterampilan praktis.

 

MonEv ini merupakan bagian dari Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba yang diimplementasi oleh DESMA Center.