Memperingati Hari Pendidikan Nasional: Dari Sekolah Aman Menuju Pariwisata Cerah
Penulis: Agustina Purnami Setiawi, Programme Officer Field Office Sumba
Editor: Boyke Hutapea, Program Manager Field Office Sumba; Siti Nur Hasbiyana, Program Associate and Outreach
Pada 2 hingga 3 Mei 2025, para siswa dan guru dari 45 SMA dan SMK se-Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menyuarakan pentingnya menciptakan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Mereka hadir di Lapangan Galatama, Tambolaka, Sumba Barat Daya untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dengan menggaungkan gerakan "Cegah Perundungan untuk Pariwisata yang Lebih Cerah."
Acara ini merupakan kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, dan DESMA Center, dengan dukungan Misereor dan Kindermissionswerk (KMW) dari Jerman. Dalam sambutannya, Bupati Sumba Barat Daya, Ibu Ratu Ngadu Bonu Wulla, menegaskan bahwa "Pendidikan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi semua siswa."

Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2025, menjadi momentum istimewa. Para siswa mengikuti upacara serta turut berpartisipasi dalam "NTT Menari", sebuah kolaborasi budaya yang melibatkan 10.000 penari se-Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 813 siswa dari SBD turut menari bersama dalam rangka memecahkan rekor dunia (Guinness World Records) dan Rekor MURI.
Sorotan hari itu bukan hanya pada tarian massal, tetapi juga kampanye anti-perundungan yang dibawakan oleh tim DESMA Center, yang menyuarakan pentingnya rasa aman, saling menghargai, dan keberanian untuk melawan kekerasan di lingkungan sekolah . Melalui presentasi yang interaktif dan penuh empati, siswa diperkenalkan pada regulasi Kepmendikbudristek No. 46/2023 yang menegaskan bahwa kekerasan di sekolah adalah masalah sistemik dan harus ditangani secara kolektif. "Sekolah harus menjadi garda terdepan dalam pencegahan kekerasan," ujar Boyke Hutapea, Program Manager DESMA Center Sumba
.
Kunjungan Bupati dan Wakil Bupati SBD, Wakapolres SBD, Dandim 1629, serta beberapa kepala dinas semakin menguatkan komitmen lintas sektor. Mereka menerima informasi langsung tentang sekolah dampingan dan terdampak, serta mengenal lebih lanjut dukungan program DESMA Center dari mitra internasional.
Berbagai aktivitas partisipatif menutup kegiatan pada 3 Mei 2025. Salah satu yang paling diminati adalah permainan lempar panah (dart game) edukatif, yaitu para peserta wajib memungut sampah dan menyampaikan ulang informasi dari poster anti-perundungan untuk mendapatkan hadiah menarik. "Kami ingin siswa belajar sambil beraksi nyata untuk lingkungan dan sosial," ujar Agustina Purnami Setiawi, Program Officer DESMA Center Sumba.
Poster anti-perundungan juga dibagikan ke beberapa sekolah, baik sekolah dampingan:SMK Bakti Luhur Tambolaka dan SMKN 2 Kota Tambolaka, maupun sekolah terdampak yaitu SMK Kasimo dan SMKN 1 Kodi. Poster yang dibagikan adalah simbol komitmen dan sarana edukasi untuk pencegahan dan perlindungan dari perundungan.
Kuis interaktif dan pengumuman pemenang lomba video reels serta desain e-flyer menambah semarak acara. Karya terbaik dari siswa akan dipublikasikan untuk menjangkau audiens yang lebih luas melalui media sosial.
Korwas SMA/SMK/SLB Kab.SBD Dinas P&K Provinsi NTT, Bapak Ibrahim Boimau, S.Pd., M.Pd., dalam sambutan penutupan menyatakan, "Hasil hari ini harus jadi awal gerakan berkelanjutan. Mari kita wujudkan sekolah bebas perundungan!"
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang regulasi, publikasi karya siswa, serta pendampingan sekolah dan pelatihan guru yang dilakukan DESMA Center. "Ini baru awal. Kami akan terus bergerak hingga tidak ada lagi siswa yang merasa tidak aman di sekolahnya sendiri," tegas Boyke Hutapea.
Dengan sinergi kuat antara sekolah, pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional, Sumba Barat Daya akan tumbuh sebagai contoh nyata pendidikan inklusif dan berdaya. Sekolah yang aman dan suportif akan membentuk generasi yang percaya diri, berpikir kritis, dan siap berkontribusi membangun pariwisata yang berkelanjutan.
