Kegiatan

DESMA Center sebagai Narasumber Forum Sinergi Mitra Pariwisata Tematik Indonesia (SIMPATI) – Industri Wellness Tourism oleh Kemenpar

DESMA Center sebagai Narasumber Forum Sinergi Mitra Pariwisata Tematik Indonesia (SIMPATI) – Industri Wellness Tourism oleh Kemenpar

Penulis: Communication Unit

 

Industri pariwisata kebugaran (wellness tourism) Indonesia memiliki sumber daya yang besar untuk mendorong pertumbuhan pariwisata kesehatan, ekonomi kreatif, serta peningkatan kualitas hidup. Keberagaman layanan—mulai dari spa tradisional dan retreat yoga, gastronomi sehat, mental healing, hingga pusat medis terpadu dan program detoks holistik—menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.   

Belum tersampaikannya mekanisme kategorisasi nasional yang baku mengakibatkan data tentang jenis dan kapasitas layanan tersebar dan sulit diakses secara terstruktur. Kondisi ini menimbulkan tantangan dalam merancang kebijakan, menyiapkan paket promosi terintegrasi, serta melakukan pemetaan sumber daya pariwisata kebugaran (wellness tourism) daerah. Dengan data yang terfragmentasi, upaya penguatan Indonesia sebagai destinasi pariwisata kebugaran (wellness tourism) belum dapat dilaksanakan secara optimal. 

Merespon kebutuhan dan tantangan tersebut, Asisten Deputi Manajemen Industri, Deputi Bidang Industri dan Investasi, Kementerian Pariwisata menyelenggarakan “Forum Sinergi Mitra Pariwisata Tematik Indonesia (SIMPATI) – Industri Wellness Tourism” di Ubud, Bali pada 16 Juli 2025. 

Forum dengan tema “Sinergi untuk Penguatan Tata Kelola Industri Wellness Tourism Indonesia” ini dilakukan dengan mengundang para pelaku usaha pariwisata kebugaran (wellness tourism) di Bali. 

DESMA Center berperan sebagai narasumber, pemateri penyampaian kategorisasi dan pilar pariwisata kebugaran (wellness tourism) Indonesia serta memfasilitasi diskusi dengan stakeholder terkait. 

Paparan pembuka sebagai pemantik disampaikan oleh Ibu Rizki Handayani, Deputi Bidang Industri dan Investasi, Kementerian Pariwisata yang menyampaikan perlunya kolaborasi antar stakeholder terkait dan pemetaan yang komprehensif sebagai langkah penguatan Indonesia sebagai destinasi pariwisata kebugaran (wellness tourism) melalui industri dan investasi yang terintegrasi. 

Paparan dan diskusi kategorisasi delapan pilar pariwisata kebugaran (wellness tourism) Indonesia disampaikan oleh Ibu Wiwik Mahdayani, Founder dan Executive Director DESMA Center dilanjutkan dengan sesi Roundtable Discussion terkait industri pariwisata kebugaran (wellness tourism) terkini di Bali. 

Forum ini diselenggarakan untuk menyampaikan dan mendiskusikan delapan pilar pariwisata kebugaran (wellness tourism) yang akan menjadi basis klasifikasi resmi untuk tata kelola, sekaligus melakukan profiling para pelaku industri pariwisata kebugaran (wellness tourism). Langkah ini juga menjadi dasar pengembangan industri pariwisata kebugaran (wellness tourism) nasional, meningkatkan efektivitas promosi melalui paket wisata kebugaran yang dapat dipasarkan dengan segmentasi jelas, sehingga lebih tepat sasaran dan menarik bagi wisatawan dengan kebutuhan spesifik; serta memperkuat jejaring dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.    

Sebagai bagian dari penerapan konsep pariwisata berkelanjutan, DESMA Center telah terlibat secara komprehensif terkait perencanaan dan pengembangan pariwisata kebugaran (wellness tourism) dengan berbagai stakeholder, termasuk dengan United Nations ESCAP dalam menyusun dokumen Towards a Roadmap for Inclusive Business in Wellness Tourism in Indonesia  pada 2019 dan diterbitkan pada 2021; serta bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai knowledge partner pada International Wellness Tourism Conference and Festival pada 2022, penyusunan dokumen Rencana Aksi Nasional Wellness Tourism Indonesia 2022-2026 melalui berbagai seri FGD, penyusunan kategorisasi pariwisata kebugaran (wellness tourism) pada 2023 dan sebagai knowledge partner untuk seri Forum Sinergi Mitra Pariwisata Tematik Indonesia (SIMPATI) – Industri Wellness Tourism di berbagai daerah di Indonesia pada tahun 2025. DESMA Center juga aktif menyampaikan materi terkait pariwisata kebugaran (wellness tourism) pada berbagai sesi diskusi termasuk pada raker Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia (PERKEDWI) mengenai pariwisata Kesehatan sebagai bagian dari implementasi pariwisata berkelanjutan.   

Bagikan Postingan ini:

Hubungi Kami

DESMA Center bekerja mewujudkan pariwisata berkelanjutan melalui konsultansi dan implementasi intervensi pada semua level destinasi pariwisata dengan pendekatan keberlanjutan. Kami memberikan layanan perencanaan, pengelolaan, pengembangan, dan pemasaran destinasi pariwisata dengan pendekatan strategis pariwisata berkelanjutan. Sejak didirikan pada 2010, DESMA Center terus mendorong serta melibatkan pemerintah, sektor swasta, masyarakat, asosiasi dan pemangku kepentingan lain dalam memfasilitasi pengembangan destinasi pariwisata dengan memperhatikan aspek ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan yang berkelanjutan. Dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan sebagai prinsip dasar, kami konsisten dan professional dalam memberikan layanan terbaik. Kunci kesuksesan kami adalah komitmen memberikan kualitas oleh setiap anggota team. DESMA adalah singkatan DEStination MAnagement, karena kami percaya bahwa ekosistem kepariwisataan yang berkelanjutan, inklusif, terpadu dan berkualitas dimulai dari perencanaan, pengembangan dan pengelolaan destinasi pariwisata yang strategis, efektif dan aplikatif sesuai prinsip-prinsip keberlanjutan.

Kantor:
Jakarta Office
Jl. Ahmad Yani Patra 2 No.53
Jakarta Pusat 10510

Medan Office
JL. Sei Selapian No.7C Lantai 2
Medan, Sumatera Utara

Sumba Project Office
Jl. Paris, Kelurahan Langga Lero
Kec. Kota Tambolaka
Kab. Sumba Barat Daya - 87255
Nusa Tenggara Timur
Telepon: +62 21 21474372
Email:info@desmacenter.com

Media Sosial Kami:

Kirim Pesan