Minat Kunjungan ke Desa Wisata

Desa Wisata dipercaya sebagai penggerak ekonomi masyarakat, UMKM, menciptakan lapangan pekerjaan, pelestarian lingkungan, dan budaya. Sehingga kini, banyak desa wisata di Indonesia berpacu menggali potensi yang mereka miliki. Namun, apakah desa wisata menjadi destinasi tujuan wisata favorit bagi wisatawan, khususnya wisatawan nusantara?

 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut DESMA Center membuat survei daring untuk menjaring pendapat para responden. Survei daring ini dilakukan melalui pengisian Google Form dan link pengisian tersebut disebarkan pada seluruh kanal media sosial DESMA Center (WhatsApp, Instagram, LinkedIn dan Facebook)

 

Hasil survei daring menunjukan 93% responden sangat tertarik melakukan kunjungan ke desa wisata, tetapi 82% responden memiliki pemahaman tersendiri tentang desa wisata. Sebanyak 82 % responden tidak memahami secara spesifik apa itu Desa Wisata. Beberapa diantara mereka menyimpulkan desa wisata adalah sebuah desa yang didalamnya terdapat obyek wisata dengan ketersediaan fasilitas dan penginapan tanpa perlu adanya kegiatan/aktivitas desa. Responden lainnya menyebutkan desa wisata adalah tempat yang dikelola oleh pemerintah sebagai obyek wisata.

 

Sedangkan menurut UNWTO, pariwisata pedesaaan atau rural tourism adalah kegiatan pariwisata dimana pengalaman pengunjung/wisatawan berhubungan dengan berbagai produk yang umumnya berkaitan dengan kegiatan wisata alam, pertanian, kehidupan/budaya desa, memancing dan bertamasya.

 

Berdasarkan hasil survei mengenai beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di desa wisata, terdapat 5 aktivitas yang paling dimanti menurut responden, yaitu: 91% menikmati pemandangan, 77% melihat budaya lokal, 76% menikmati kuliner lokal, 70% bermain air di sungai dan 64% hunting foto atau selfie.

 

Aktivitas yang diminati wisatawan jika mengunjungi desa wisata adalah aktivitas dengan tema alam dan budaya. Selain lima aktivitas di atas, aktivitas lainnya yang juga diminati yaitu belanja kerajinan lokal, bermain alat musik dan permainan tradisional, mempelajari sejarah serta trekking.

 

Mengenai bermalam di desa wisata, sebanyak 69% responden pernah menginap di desa wisata. Jika memiiliki kesempatan untuk menginap di kawasan perdesaan, 59% responden usia 18 - 35th memilih penginapan tradisional dan ramah lingkungan; 32% memilih tinggal bersama masyarakat lokal sebagai pilihan akomodasi di desa wisata. Selain itu, sebanyak 7% wisatawan memilih penginapan Glamping (Glamour Camping).

 

Hasil Survei