DESMA Center sebagai Narasumber Rapat Tindak Lanjut Pemaparan Finalisasi Peta Jalan Pengembangan Industri Event Pariwisata Indonesia
Penulis: Siti Nur Hasbiyana, Programme Associate and Outreach
Sebagai bentuk koordinasi untuk finalisasi dokumen Peta Jalan yang sedang disusun, Asisten Deputi (Asdep) Strategi Event, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events), Kementerian Pariwisata melaksanakan Rapat Tindak Lanjut Pemaparan Finalisasi Peta Jalan Pengembangan Industri Event Pariwisata Indonesia pada 5-8 November 2025.
Rapat ini bertujuan untuk koordinasi dengan jajaran Asisten Deputi Strategi Event Pariwisata terkait substansi terkini dokumen Peta Jalan setelah hasil sinkronisasi dan harmonisasi antar kementerian/lembaga dan internal kedeputian, diterima dari Diskusi Kelompok Terpumpun ( (DKT) I, II dan III. Rapat Tindak Lanjut finalisasi ini dihadiri oleh Bapak Fransiskus Handoko, SST.Par., M.Sc, Asdep Strategi Event, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events), Kementerian Pariwisata. Beliau menyampaikan penyelenggaraan kegiatan ini adalah upaya untuk memperkuat substansi dokumen peta jalan dengan partisipasi aktif seluruh jajaran Asdep Strategi Event, sehingga dokumen peta jalan dapat mendukung industri event pariwisata Indonesia yang inovatif, berkualitas, berkelanjutan dan berdaya saing global.

DESMA Center sebagai narasumber dan mitra penyusun dokumen peta jalan hadir dalam rapat tindak lanjut, diwakili oleh Dani Fauzi, Indriyani Handyastuti, dan Hanesman Alkhair. DESMA Center memaparkan kondisi eksisting, tantangan dan peluang, serta strategi yang telah disusun pada dokumen Peta Jalan Pengembangan Industri Event Pariwisata Indonesia.
Dalam kesempatan ini, pembahasan program yang sudah berjalan dan penyelarasan substansi juga didiskusikan. Hal ini dilakukan agar dokumen peta jalan tetap relevan dan adaptif.
Dokumen Peta Jalan Pengembangan Industri Event Pariwisata Indonesia diharapkan menjadi acuan lintas kementerian/lembaga dan membantu pengembangan industri event pariwisata Indonesia menjadi industri yang inovatif, berkualitas, berkelanjutan dan berdaya saing global.
