Desma Center Mengadakan Webinar Pariwisata Berkelanjutan dengan Tema " Investasi Usaha Wisata di Kawasan Konservasi"

Desma Center kembali menyelenggarakan webinar seri pariwisata berkelanjutan yang mengangkat isu “Investasi Usaha Wisata di Kawasan Konservasi” pada Jumat, 28 Agustus 2020. Investasi seringkali dikaitkan/dikonotasikan sebagai hal masif dan negatif, Desma Center mengangkat tema tersebut untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat dan stakeholder pariwisata mengenai peluang dan manfaat investasi usaha wisata di kawasan konservasi dengan berpedoman pada asas pembangunan yang berkelanjutan.

Event Webinar yang diadakan pada jumat lalu dihadiri oleh pembicara kunci yaitu Ir. Wiratno, M.Sc , beberapa pembicara lain yang turut berpartisipasi antara lain Dr. Nandang Prihadi, S. Hut., M.Sc selaku Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi, Kementerian LHK, Drs. Ardi Hermawan, MA selaku Direktur Manajemen Investasi Kementerian Parekraf, Dr. Putra Kaban, SH, MH selaku Direktur PT. Graha Rani Putra Persada, Ketua Asosiasi Pengusaha Pariwisata Alam Indonesia, dan Drs. Teguh Hartono selaku konsultan dan pegiat wisata alam. Webinar pariwisata berkelanjutan ini ikut dipandu oleh moderator Taufik Imansyah yang juga hadir pada webinar pertama “High Tourism Low Emission” lalu.

Setiap narasumber menyampaikan materinya masing-masing terkait dengan tema yang diangkat. Pembicara pertama yaitu Dr. Nandang Prihadi, S. Hut., M.Sc membahas tentang bagaimana Kawasan konservasi yang memungkinkan adanya investasi swasta yaitu di Taman Nasional, Taman Wisata Alam, dan TAHURA di Zona pemanfaatan. Dimana di dalamnya terdapat desain tapak yang membagi dua blok/zona pemanfaatan yaitu ruang usaha (investasi swasta) dan ruang publik (untuk masyarakat dan pengelola). Memastikan pembagian ruang yang proporsional bagi kepentingan investasi swasta, pelibatan masyarakat lokal, dan kepentingan pengelolaan oleh pemangku kawasan. Dibutuhkan komitmen keberlanjutan dalam kelola pariwisata alam di kawasan konservasi. Dilanjutkan oleh pembicara kedua yaitu Drs. Ardi Hermawan, MA yang membahas mengenai strategi pengembangan investasi pariwisata terdiri dari tiga tahap yaitu profiling, promosi dan advokasi. Pembicara ketiga disampaikan oleh Dr. Putra Kaban, SH, MH yang membahas tentang beberapa prinsip-prinsip pengembangan Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu, pencapaian pengelolaan PT. GRPP dari Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu, serta menegaskan pemerintah terkait izin, sanksi, dan penghargaan harus diberlakukan dengan tegas kepada seluruh investor agar tidak melampaui batasan. Kemudian Ir. Wiratno, M.Sc selaku pembicara kunci menyampaikan beberapa permasalahan terkait investor pariwisata di kawasan konservasi yang dikhawatirkan akan merusak kawasan konservasi jika tidak memperhatikan dan mengimplementasikan regulasi yang ada. Sesi terakhir dibawakan oleh Drs. Teguh Hartono yang menyampaikan pengalamannya di bidang IUPSWA dan IUPJWA serta dorongan strategi investasi usaha di kawasan konservasi bisa berkembang dengan baik.

Pada akhirnya yang dapat disimpulkan dari pembahasan webinar IUWKK bahwa investasi/penanaman modal pada kawasan konservasi berpotensi dalam membuka peluang pengembangan usaha wisata yang berdampak pada manfaat ekonomi dan konservasi. Investasi memungkinkan untuk dilakukan dan bersifat terbuka  bagi para investor yang ingin berinvestasi usaha wisata. Hal ini tentunya harus memperhatikan pada regulasi dan kebijakan yang ada agar tidak merusak kawasan konservasi. Adapun kegiatan investasi yang dilakukan harus berada di zona pemanfaatan serta perlu menggunakan prinsip-prinsip berkelanjutan yang dapat memberikan keuntungan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Para investor yang berinvestasi usaha wisata di kawasan konservasi perlu memperhatikan regulasi-regulasi yang ada agar tidak merusak kawasan konservasi dan masih di zona pemanfaatan serta perlu menggunakan prinsip-prinsip yang dapat memberikan keuntungan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.