DESMA Center Mengadakan Diseminasi Program TVET for Sustainable Tourism
Penulis: Agustina Purnami Setiawi, Programme Officer Field Office Sumba
Editor: Boyke Hutapea, Programme Manager Field Office Sumba; Siti Nur Hasbiyana, Program Associate and Outreach
Program Technical and Vocational Education and Training (TVET) for Sustainable Tourism Development in Sumba 2025 yang diimplementasi oleh DESMA Center menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) pariwisata berkelanjutan di Sumba. Sebanyak 30 peserta perwakilan dari sekolah dampingan, sekolah terdampak, serta industri pariwisata menghadiri diseminasi program dengan kegiatan bertajuk “Membangun Kolaborasi SMK & Industri untuk Masa Depan Pariwisata Sumba”, di SMK Pancasila, Tambolaka, NTT.
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi implementasi program selama tiga tahun, yang dilakukan mulai November 2022 hingga Juli 2025, sekaligus menjadi forum strategis untuk merancang langkah keberlanjutan. Kegiatan dibuka dengan pemutaran video dokumentasi capaian program yang menampilkan peningkatan signifikan kompetensi siswa SMK, para guru dan manajemen sekolah bidang pariwisata.
Dalam sambutannya, Kepala SMK Pancasila Tambolaka, Bapak Aleks Rangga Pija, S.H., M.Pd., menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan industri. “Kolaborasi ini tidak hanya membuka lapangan kerja bagi lulusan SMK, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata berkelanjutan di Sumba,” ujarnya.
Pemaparan hasil program disampaikan Bapak Dicky Mardyan, Co-Founder dan Direktur DESMA Center, mempertegas bahwa program TVET telah mendorong terciptanya praktik baik di lima SMK Pariwisata dampingan. Sementara itu, aspirasi kuat disampaikan oleh SMKN 2 Lamboya dan SMK Kasimo Tambolaka yang berharap dapat bergabung sebagai sekolah dampingan pada fase berikutnya.
Salah satu momen inspiratif datang dari seorang siswa pemenang Sumba Ecobiz Challenge 2025 yang berbagi pengalaman mengikuti kompetisi. Ia menyampaikan bahwa program ini memberikan wawasan tentang pengembangan ide bisnis berkelanjutan serta keterampilan presentasi yang relevan dengan dunia kerja.

Dukungan dari industri pariwisata semakin memperkuat kolaborasi ini, seperti yang disampaikan oleh Duty Manager SIMA Hotel, Bapak Amir Hasan Muhammad A. Majid, CHE. “Kami melihat lulusan SMK yang dilatih melalui program TVET ini memiliki kompetensi siap pakai, yang sangat dibutuhkan dalam industri,” katanya.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga membahas perbaikan untuk fase program selanjutnya. Salah satunya adalah perlunya sinkronisasi lebih lanjut antara program dan sekolah. . Masukan ini menjadi sorotan penting dalam diskusi strategis bersama pengawas pendidikan dan mitra sekolah.
Penutupan kegiatan disampaikan oleh Ibu Maria Theodora M.Bau, S.Pd., Pengawas Pembina SMA/SMK/SLB Wilayah Wewewa Kabupaten Sumba Barat Daya (Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi NTT), yang menyampaikan apresiasi atas capaian program serta pentingnya dukungan lintas sektor. “Dukungan dari semua pihak, termasuk industri dan pemerintah daerah, sangat penting untuk memastikan program ini berkelanjutan,” ucapnya.
Kegiatan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain: penyusunan laporan komprehensif capaian program, komitmen perluasan sekolah dampingan, dan identifikasi peluang pengembangan kolaborasi lebih luas. Hasil ini menjadi dasar untuk memperkuat pariwisata berkelanjutan di Sumba melalui peningkatan SDM terampil dan kemitraan institusi pendidikan-industri.
Sebagai tindak lanjut, DESMA Center akan fokus pada tiga hal utama: (1) pertimbangan untuk penambahan SMK Pariwisata dampingan ; (2) Sinkronisasi kegiatan dengan pihak sekolah, dan (3) penguatan kemitraan jangka panjang dengan industri pariwisata.
Dengan langkah konkret ini, program TVET for Sustainable Tourism diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas SDM pariwisata di Sumba. Sinergi institusi pendidikan dan industri menjadi fondasi utama dalam mewujudkan ekosistem pariwisata yang inklusif, berbasis potensi lokal, dan berkelanjutan.
_____________
Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba didukung oleh MISEREOR/KZE dan Kindermissionswerk 'Die Sternsinger'; diimplementasi oleh DESMA Center. Penguatan Kapasitas SDM Pariwisata ini bertujuan mewujudkan “Program pendidikan sekolah kejuruan pariwisata di Sumba agar memenuhi kebutuhan dan persyaratan industri pariwisata, sehingga menawarkan kesempatan kerja yang lebih baik bagi kaum muda serta mendukung pariwisata berkelanjutan di Sumba.”
Program ini meliputi penguatan (1) Kapasitas manajemen sekolah kejuruan pariwisata yang sejalan dengan kurikulum merdeka serta konsep pariwisata berkelanjutan; (2) Kapasitas guru dalam pengetahuan pedagogi, tentang pengajaran dan pariwisata berkelanjutan (3) Kemitraan SMK Pariwisata-Industri Pariwisata; dan (4) Kapasitas kewirausahaan siswa dalam penciptaan bisnis pariwisata berkelanjutan.
Penerima manfaat langsung program ini adalah (1) SMK Pancasila – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (2) SMK Negeri 2 Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya; (3) SMK Bakti Luhur – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (4) SMK Efata - Omba Rade, Sumba Barat Daya; dan (5) SMK Negeri 1 Waikabubak, Sumba Barat. Mitra langsung program ini adalah (1) Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur; (2) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya; (3) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat; (4) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya; dan (5) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat
