Desma Center Mengadakan Webinar Pariwisata Berkelanjutan High Tourism Low Emission 2020

Melihat kondisi tidak menentu selama pandemi covid-19, Desma Center melihat kesempatan untuk membuat suatu platform diskusi dalam memperkaya wawasan, edukasi pariwisata kepada para stakeholder pariwisata serta masyarakat umum yaitu dengan menyelenggarakan rangkaian webinar dengan tema pariwisata berkelanjutan. Webinar pertama diselenggarakan pada Jumat, 7 Agustus 2020 melalui Zoom webinar dengan judul acara: High Tourism Low Emission “Peran Pelaku Pariwisata dalam Mewujudkan Bali Rendah Emisi”. Webinar ini diadakan untuk mengedukasi dan mengajak para stakeholder pariwisata serta masyarakat umum dalam mewujudkan pariwisata Bali yang rendah emisi dan peran kita sebagai pelaku wisata turut berkontribusi mempertahankan penurunan tingkat emisi karbon tersebut. Tentunya diperlukan upaya dari para pelaku wisata dan pemangku kepentingan di Bali untuk mewujudkan hal ini. Webinar yang mengangkat isu gas buang atau emisi CO2 yang tinggi di destinasi pariwisata Bali yang berasal dari kendaraan bermotor hingga dari limbah makanan. Namun, Dengan adanya kebijakan pembatasan sosial selama pandemi yang dilakukan banyak negara, aktivitas transportasi dan akomodasi mengalami penurunan drastis.

 

Acara webinar High Tourism Low Emission 2020 dihadiri oleh keynote speaker yang mengundang Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Indra Ni Tua, serta beberapa narasumber dari berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta serta moderator yang memiliki latar belakang studi dari pariwisata. Narasumber pada kesempatan itu terdiri dari Bapak Dasrul Chaniago Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK), lalu Bapak Tjok Oka selaku Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang merupakan Wakil Gubernur Provinsi Bali serta Bapak I Nyoman Sudiarta selaku Ketua Persatuan Angkutan Wisata Bali, dan dari instansi swasta dihadiri oleh Ibu Wiwik Mahdayani selaku founder dan direktur Desma Center. Tiap narasumber membawa sesi yang berbeda serta berinteraksi dengan peserta dan narasumber lainnya dalam diskusi pertanyaan-pertanyaan selama Webinar.

Selama acara webinar tersebut, para narasumber dimulai dari Bapak Dasrul Chaniago membahas mengenai kualitas udara, peraturan, dan pengendalian pencemaran udara dari KLHK. Adapun Bapak Tjok Oka Artha menjelaskan mengenai filosofi Tri Hita Karana mengajarkan masyarakat Bali agar tetap melestarikan lingkungan dan praktek dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Lalu dilanjut dengan sesi yang dibawa oleh Bapak I Nyoman Sudiarta dalam memaparkan peran serta PAWIBA dalam mengurangi emisi CO2. Dan Bu Wiwik Mahdayani yang mengakhiri sesi presentasi oleh narasumber dengan membahas penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan pada usaha wisata, dimana pelestarian terhadap lingkungan dan perubahan iklim memang sudah menjadi perhatian banyak orang di seluruh dunia, terutama generasi milenial. Tidak sedikit pelaku perhotelan Bali yang sudah menerapkan pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan. Namun, informasi baik itu belum diedukasikan pada para tamu. Padahal bisa jadi nilai plus.

 

Perwujudan Bali rendah emisi ini tentunya membutuhkan komitmen dari para stakeholder pariwisata, masyarakat, dan pemerintah. Tentunya tidak akan bisa hanya dilakukan oleh salah satu pihak saja. Maka dari itu, setelah diadakan webinar pariwisata berkelanjutan dalam mewujudkan Bali rendah emisi, diharapkan para pelaku pariwisata maupun masyarakat umum semakin terdorong dalam pelestarian lingkungan dan mempertahankan kondisi udara Bali agar rendah emisi. Dalam hal ini, dapat dimulai dengan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan demi udara rendah emisi dan tentunya bermuara kepada perwujudan pariwisata yang berkelanjutan.