Workshop V Sekolah Ramah Remaja untuk Mewujudkan SDM Pariwisata yang Lebih Baik
Penulis: Adrianus Ubas, Programme Officer Field Office Sumba
Editor: Firra Kholisha Mustika, Senior Communication
DESMA Center menyelenggarakan workshop sekolah ramah remaja dari perundungan, kekerasan dan pelecehan pada 13 Februari 2025 di SMKS Efata Omba Rade, Sumba, Nusa Tenggara Timur. Workshop ini dihadiri 74 peserta yang merupakan Kepala sekolah, guru, staff, perwakilan komite, dan perwakilan orang tua siswa.
“Ramah tidak berarti membiarkan sesuatu terjadi karena menghindari kekerasan atau perundungan. Tetapi ramah artinya mengambil sikap dan tindakan yang tepat serta tegas dalam menangani masalah siswa atau guru, tidak harus dengan kekerasan, baik verbal maupun fisik,” ujar Ibu Yohana Landa, S.Pd.,M.Pd.K., Kepala Sekolah SMKN 1 Waikabubak.

Bapak Andrianus Aminsinggih Maure, S.S., M.Sc., Pendiri dan Direktur Sumba Cendekia Bestari menyampaikan materi terkait metode pembelajaran yang ramah pada peserta didik. Beliau menayangkan beberapa video tentang proses pembelajaran yang ramah dan interaktif. Dengan metode diskusi dan kerja kelompok, para peserta kegiatan mengidentifikasi bentuk kekerasan di sekolah serta merumuskan strategi perlindungan anak.
Sesuai dengan Permendikbudristek No. 46/2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. Bapak Andre menjelaskan tugas dan fungsi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) dalam menangani laporan kekerasan serta memberikan rujukan bagi korban.
Melalui workshop ini diharapkan peserta memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang strategi konkret dalam mencegah dan menangani kekerasan di lingkungan sekolah serta meminimalisir tindak kekerasan baik secara verbal maupun fisik.

Kegiatan ini merupakan komitmen DESMA Center untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang memiliki toleransi antar sesama, unggul dan berdaya saing untuk mewujudkan pariwisata yang lebih baik.
_______
Program Safe Leaning merupakan bagian dari Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba didukung oleh MISEREOR/KZE dan Kindermissionswerk (KMW); diimplementasi oleh DESMA Center. Program sekolah ramah anak remaja bertujuan untuk mencegah perundungan, kekerasan dan pelecehan di lingkungan sekolah; sehingga kaum muda dapat menghargai perbedaan antar sesama dan mewujudkan pariwisata yang lebih baik.
Program ini meliputi penguatan (1) kapasitas manajemen sekolah terkait pentingnya perlindungan anak remaja di sekolah yang sejalan dengan Permendikburistek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP); (2) Kapasitas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah berjalan secara aktif dan (3) kemitraan SMK Pariwisata, pemerintah, lembaga nirlaba, komunitas, dan pemangku kepentingan.
Penerima manfaat langsung program ini adalah (1) SMK Pancasila – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (2) SMK Negeri 2 Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya; (3) SMK Bakti Luhur – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (4) SMK Efata - Omba Rade, Sumba Barat Daya; dan (5) SMK Negeri 1 Waikabubak, Sumba Barat. Mitra langsung program ini adalah (1) Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur; (2) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya; (3) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat; (4) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya; dan (5) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat.
