Workshop IV Sekolah Ramah Remaja untuk Mewujudkan SDM Pariwisata yang Lebih Baik

Penulis: Agustina Purnami Setiawi, Programme Officer Field Office Sumba 
Editor: Firra Kholisha Mustika, Senior Communication

 

DESMA Center menyelenggarakan workshop sekolah ramah remaja dari perundungan, kekerasan dan pelecehan pada 08 Februari 2025 di SMKS Pancasila, Sumba, Nusa Tenggara Timur. Workshop ini dihadiri sebanyak 61 orang peserta yang merupakan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta petugas keamanan sekolah.

 

“Menghadapi siswa merupakan keseharian untuk kami. Sehingga, penting untuk memahami upaya perlindungan kepada siswa dari perundungan,” ujar Bapak Aleks Rangga Pija, S.H., M.Pd., Kepala Sekolah SMKS Pancasila.

 

 

Bapak Dhana Dhiwantara, General Manager Sima Hotel Sumba menyampaikan materi terkait pentingnya membangun karakter siswa sebelum mereka turun magang ke dunia industri. Siswa juga perlu dibekali dengan kesiapan mental menghadapi tantangan di dunia kerja, seperti senioritas dan potensi pelecehan.

 

Melalui workshop ini diharapkan budaya memukul atau memaki dapat ditiadakan di lingkungan sekolah. Hukuman berupa tugas edukatif yang membangun karakter siswa dapat menjadi pilihan, bukan membuat mereka takut atau bingung karena perbedaan pendapat dengan guru.

 

Kegiatan ini merupakan komitmen DESMA Center untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang memiliki toleransi antar sesama, unggul dan berdaya saing untuk mewujudkan pariwisata yang lebih baik.

 

_______

Program Safe Leaning merupakan bagian dari Program TVETfor Sustainable Tourism Development in Sumba didukung oleh MISEREOR/KZE dan Kindermissionswerk (KMW); diimplementasi oleh DESMA Center. Program sekolah ramah anak remaja bertujuan untuk mencegah perundungan, kekerasan dan pelecehan di lingkungan sekolah; sehingga kaum muda dapat menghargai perbedaan antar sesama dan mewujudkan pariwisata yang lebih baik.

 

Program ini meliputi penguatan (1) kapasitas manajemen sekolah terkait pentingnya perlindungan anak remaja di sekolah yang sejalan dengan Permendikburistek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP); (2) Kapasitas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah berjalan secara aktif dan (3) kemitraan SMK Pariwisata, pemerintah, lembaga nirlaba, komunitas, dan pemangku kepentingan.

 

Penerima manfaat langsung program ini adalah (1) SMK Pancasila – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (2) SMK Negeri 2 Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya; (3) SMK Bakti Luhur – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (4) SMK Efata - Omba Rade, Sumba Barat Daya; dan (5) SMK Negeri 1 Waikabubak, Sumba Barat. Mitra langsung program ini adalah (1) Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur; (2) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya; (3) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat; (4) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya; dan (5) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat.