Sosialisasi Kebijakan Perlindungan Anak & Safeguarding di Lingkungan SMK Pariwisata

Anak merupakan aset berharga bagi keberlangsungan bangsa. Perlindungan terhadap anak sudah diatur dalam undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba yang diimplementasi DESMA Center berhubungan erat dengan anak karena mitra dampingan dan penerima manfaat di sekolah kejuruan pariwisata di Sumba adalah guru dan siswa. Menyadari pentingnya perlindungan anak maupun kelompok orang dewasa dalam konteks pendampingan dan seluruh implementasi program, DESMA Center melaksanakan Sosialisasi Kebijakan Perlindungan Anak & Safeguarding di Lingkungan SMK Pariwisata, Sumba pada Jumat, 09 Juli 2023 di Hotel Sinar Tambolaka, Sumba Barat Daya.

 

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan dan mengedukasi seluruh pihak yang terlibat dalam lingkungan sekolah tentang kebijakan tersebut. Diharapkan sekolah dapat menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan holistik anak-anak maupun kelompok dewasa dalam setiap kegiatannya. DESMA Center yang telah memiliki panduan Kebijakan Perlindungan Anak & Safeguarding pada program-program yang diimplementasinya.

 

Turut hadir 7 (tujuh) peserta perwakilan dari 5 (lima) sekolah dampingan DESMA Center, 2 (dua) peserta dari MISEREOR/KZE, dan 4 (empat) staff DESMA Center Field Office Sumba.

 

 

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi tentang evaluasi implementasi program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba oleh Bapak Boyke Hutapea, Field Office & Program Manager Sumba - DESMA Center.

 

Sesi selanjutnya diisi oleh Ibu Pupu Purwaningsih, Local Coordinator Program MISEREOR/KZE. Adapun materi yang disampaikan terkait dengan sosialisasi Kebijakan Perlindungan Anak dan Perlindungan Diri (Child Protection Policy & Safeguarding – CPP & Safeguarding) di lingkungan sekolah. MISEREOR/KZE memiliki komitmen untuk melindungi anak-anak dan kelompok orang dewasa yang rentan dari segala bentuk ancaman dan kekerasan. Untuk mendukung komitmen ini, para mitra didorong untuk memiliki dan menerapkan aturan standar minimum perlindungan anak dan keselamatan orang dewasa yang rentan terhadap ancaman dan kekerasan.

 

Sosialisasi Kebijakan Perlindungan Anak & Safeguarding di Lingkungan SMK Pariwisata, Sumba menjadi bagian dari Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba yang diimplementasi oleh DESMA Center. 

_____________

 

Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba didukung oleh MISEREOR/KZE; diimplementasi oleh DESMA Center. Penguatan Kapasitas SDM Pariwisata ini bertujuan mewujudkan “Program pendidikan sekolah kejuruan pariwisata di Sumba agar memenuhi kebutuhan dan persyaratan industri pariwisata, sehingga menawarkan kesempatan kerja yang lebih baik bagi kaum muda serta mendukung pariwisata berkelanjutan di Sumba.”

 

Program ini meliputi penguatan (1) Kapasitas manajemen sekolah kejuruan pariwisata yang sejalan dengan kurikulum merdeka serta konsep pariwisata berkelanjutan; (2) Kapasitas guru dalam pengetahuan pedagogi, tentang pengajaran dan pariwisata berkelanjutan (3) Kemitraan SMK Pariwisata-Industri Pariwisata; dan (4) Kapasitas kewirausahaan siswa dalam penciptaan bisnis pariwisata berkelanjutan.

 

Penerima manfaat langsung program ini adalah (1) SMK Pancasila – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (2) SMK Negeri 2 Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya; (3) SMK Bakti Luhur – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (4) SMK Efata - Omba Rade, Sumba Barat Daya; dan (5) SMK Negeri 1 Waikabubak, Sumba Barat. Mitra langsung program ini adalah (1) Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur; (2) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya; (3) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat; (4) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya; dan (5) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat.