Language :

DESMA Center memiliki jaringan yang luas dan hubungan baik dengan para pihak di berbagai daerah di Indonesia. Fokus kegiatan DESMA Center adalah pengembangan yang bertanggung jawab, manajemen yang efektif dan marketing destinasi wisata yang kreatif.

 


DESMA Center terdiri dari orang-orang muda yang kreatif, penuh inovasi, idealisme, semangat dan visi untuk mencapai tujuan bersama.

Wiwik Mahdayani

Menyelesaikan Master of Professional Studies bidang Tourism Destination Management, Université Bordeaux Montaigne, Prancis. Telah melakukan perjalanan di berbagai negara di Asia-Pasifik dan Eropa untuk pekerjaan dan hasrat berwisatanya. Wiwik berkecimpung dibidang ekowisata dan pariwisata bertanggung jawab lebih dari dua belas tahun diantaranya sebagai staf pada UNESCO Office Jakarta, bertanggung jawab mengkordinir program pengembangan pariwisata berkelanjutan di Nias Selatan dan Nusa Tenggara Timur, serta membantu pelaksanaan program pariwisata di Taman Nasional Gunung Leuser dan Pulau Siberut. Wiwik adalah salah satu penulis dari buku panduan ekowisata berbahasa Perancis  The Natural Guide to Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba and Flores dan The Natural Guide to Bali, Lombok, Sumba and Flores serta menulis Ekowisata, Panduan Dasar Pelaksanaan dan The Green Traveler: Catatan Perjalanan Ekowisata Keliling Indonesia. Wiwik adalah penerima Asia Fellow Award dan Asian Public Intellectual Award; menetap di Thailand selama 2 tahun untuk melakukan penelitian mengenai pengelolaan destinasi ekowisata di Taman Nasional Khao Yai dan riset promosi destinasi ekowisata pada 18 taman nasional di Thailand. Saat ini Wiwik juga staf pendidik pariwisata Program Vokasi, Universitas Indonesia. Contact Wiwik Mahdayani

Suer Suryadi

Seorang advokat dengan latar belakang konservasi. Memperoleh gelar Master di bidang Biologi Konservasi dari Universitas Indonesia. Suer telah bekerja dan melakukan perjalanan di berbagai negara di Asia-Pasifik, Eropa dan Amerika. Aktif bekerja di bidang konservasi sejak 1993 diantaranya untuk Wildlife Conservation Society (WCS), Conservation International (CI), Pusat Studi Biodiversitas dan Konservasi, Universitas Indonesia (UI), dan UNESCO Office Jakarta, yang memberikannya pengalaman menangani dan mengkoordinir berbagai program konservasi di Papua, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Jawa. Suer adalah salah satu editor dari berbagai publikasi seperti Rapid Marine Assessment to Raja Ampat Islands, Papua, Indonesia dan A Biodiversity Assessment of the Yongsu - Cyclops Mountains and The Southern Mamberamo Basin, Indonesia dan aktif menulis di berbagai jurnal ilmiah dan artikel popular salah satunya kontribusinya terdapat di buku Ecology of Papua. Contact Suer Suryadi

Juang Solala Laiya

Menempuh studi di Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung serta memperoleh gelar sarjana dan master dari Fakultas Seni Rupa, Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Berkarir di bidang web dan graphic design di Bali dan Jakarta sejak 1995 sebelum menjadi art director di agensi iklan multinasional, Lowe Worldwide & Partners, yang menangani berbagai klien terkemuka di Indonesia. Juang banyak terlibat dalam perencanaan dan pembuatan materi komunikasi visual untuk LSM lokal dan organisasi internasional, serta menaruh perhatian pada peranan komunikasi visual sebagai media pembelajaran pemberdayaan masyarakat. Juang berkecimpung dalam bidang pemberdayaan masyarakat pada ILO untuk program pengembangan perekonomian lokal di Banda Aceh dan Pulau Nias, dan juga sebagai kordinator lapangan di UNESCO Jakarta untuk program pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Nias Selatan. Contact Juang Solala Laiya

Fitri Mahmuda

Menerima gelar sarjana bidang kesehatan dari salah satu universitas swasta terkemuka di Medan, Sumatera Utara namun tertarik pada dunia marketing. Berpengalaman sebagai marketing support sejak 1998 untuk perusahaan pengelola dan pengolahan kelapa sawit terkemuka di Sumatera Utara sebelum akhirnya memutuskan terjun di bidang pelestarian bersama DESMA Center. Contact Fitri Mahmuda

Pornpan Kanjanatiwat

Pornpan Kanjanatiwat menerima masternya dari salah satu universitas terkemuka di Thailand, Universitas Mahidol. speasilisasinya adalah dibidang partisipasi perempuan dalam pengembangan masyarakat. Pornpan telah melakukan banyak penelitian dan projek terkait keahliannya dibidang pengembangan masyarakat, isu gender, dan pengungsi suku asli pada wilayah perbatasan Thailand. 

Maribeth Erb

Maribeth Erb is an Associate Professor in the Department of Sociology; National University of Singapore. She is an anthropologist who has been doing research in Western Flores since the early 1980’s on ritual, mythology, tourism, politics and the environment. Her publications include: the monograph, The Manggaraians (1999, Singapore: Times Editions), co-edited volumes, Regionalism in Post-Suharto Indonesian (with Priyambudi Sulistiyanto and Carole Faucher, 2005, RoutledgeCurzon); Biodiversity and Human Livelihoods in the Malay Archipelago (with Navjot Sodhi, Greg Acciaioli and Alan Tan Khee Jin, 2007, Cambridge University Press); and Deepening Democracy in Indonesia? Direct Elections for Local Leaders (Pilkada), (with Priyambudi Sulistiyanto, 2009, Singapore: Institute of Southeast Asian Studies). She has also numerous articles and chapters in books. Contact Maribeth Erb

Catherine Allerton

Dr. Catherine Allerton is an expert, and lecturer in the Department of Anthropology, The London School of Economics and Political Sciences, UK. She is specialist in the anthropology of Southeast Asia, particularly Eastern Indonesia, and has conducted fieldwork (1997-99, 2001, 2005, 2008) in rural Manggarai, Flores. She has written on the lives of unmarried women, hospitality, cosmetics, sarongs, tourism and schooling. Her forthcoming book, Potent Landscapes (University of Hawaii Press) is an ethnographic investigation of the power of place, moving out in a series of concentric circles from small household rooms to houses, paths, fields, forests and resettled villages in Manggarai. Her publications include: Introduction, Spiritual Landscape of Southeast Asia (2009), Static Crosses and Working Spirits: anti syncretism and agricultural Animisme in Chatolic West (2009), The secret life of sarongs: Manggarai textiles as super-skins (2007), The path of marriage : journeys and transformation in Manggarai, eastern Indonesia (2004), Authentic housing, authentic culture?: transforming a village into a 'tourist site' in Manggarai, eastern Indonesia (2003). Dr.Allerton has recently guest-edited a Special Edition of Anthropological Forum on 'Spiritual Landscapes of Southeast Asia: Changing Geographies of Religion and Potency'.

Kaewta Muangasame

Kaewta Muangasame is a lecturer at Travel Industry Management Division, Mahidol University International College, Thailand. She received her Master of International Hospitality Management from Leeds Metropolitan University, UK and Ph.D in Hotel and Tourism Management from The Hong Kong Polytechnic University, Hong Kong. Ms. Muangasame is specialist in green tourism and responsible tourism marketing issues in Thailand, and has carried out researches and projects on the issues across the Kingdom. Her numerous publications regarding tourism include: An Assessment of Thai Green Tourist Characteristics:  Shade of Green and Behavior (2011), and International Program Development in Regards to Gen Y Behavior in Tourism and Hospitality Programs (2011). She joined DESMA Center team in conducting research on Visitor Management at Khao Yai National Park, Thailand and as co-author of research result publication.